Saturday, 15 March 2014

Tertipu.tertewas.

Allah...
Betapa halusnya tusukan jarum syaitan.
Hakikatnya penuh bisa namun...
dek halusnya jarum itu aku bahkan tidak merasa perit dan sakit,
sebaliknya nikmat dan enak!
Aneh.sungguh takjub.

Namun saat nikmat halus yang dinikmati itu mulai pudar dan pergi,
dan dengan rahmat Ilahi yang Maha Pengasih, Pengampun dan penuh Cinta..
akhirnya tersingkap jua rasa perit dan bisa tusukan jarum syaitan itu tadi.

Tersedar! Terjaga!

Pedih! Pilu!

Ternyata diri yang disangka terpelihara
Nyatanya tertewas dengan permainan licik raja tipu daya.sang iblis laknat!!

Allah...

Aku mengira diri ini sudah cukup berhati-hati.namun ternyata, dalam langkah yang tidak tersedar, aku juga tewas dalam menjaga ikhtilatku.

Cinta Pemilik diri dan hati ini
Kononnya akan diperjuang dan dipelihara.
Namun lenaku tiba jua.
Lelapku singgah juga.
Lalaiku mengintai tertawa.

Ampunkan daku, Pemilik hatiku.
Ampunkan daku, Pemilik diriku.
Ampunkan daku, Rajaku...

Allah...
Kalau bukan kerna rahmatMu,
Mana mungkin diri ini tersedar.
Mana mungkin diri ini menyedari,
Bahawa sesungguhnya,
aku telah tertipu dan tewas..
kepada racun berbisa
Di hujung jarum halus
tusukan syaitan durjana!

Allahku...
Dengan kasihMu,
Ampunkan daku...
Bawa daku kembali...
Dengan rahmatMu yang tak bertepi.....

Kepada siapa akan ku kembali..
Kalau bukan pemilik hati.pemilik diri.
Izinkan aku untuk bertatih lagi
Terus merangkak kepada redha Ilahi.

T_T

No comments:

Post a Comment